Bersyukur Tanggal 01.05.2015 : Ada Waktu!

Di tulisan pertama menjawab tantangan proyek kawan bertajuk Blessed Days, Blessed Life ini, saya akan menceritakan rasa syukur saya saat menulis tulisan ini.

Alhamdulillah ternyata banyak sekali bantuan dari Allah Yang Mahadahsyat, entah itu dari orang sekeliling maupun alam dan teknologi di sekitar kita. Urusan-urusan yang sejatinya perlu kita kerjakan dan kita selesaikan pun tuntas dengan baik. Akhirnya ada waktu juga untuk bersantai dan memanfaatkannya untuk hal yang baik. Untunglah banyak kawan yang mengajak mengisi waktu untuk hal yang punya dampak positif. Salah satunya yang meramu proyek prestisius ini,

Beberapa hari sempat saya merasa, saat tidak ada yang ingin dikerjakan justru badan menjadi lemas dan mengantuk sepanjang hari. Tidur memang perlu, terlalu banyak tidur tentu menimbulkan rasa bersalah juga. Setelah teringat ada proyek ini, pagi hari di saat santai ini pun menjadikan mata saya melek.

Semoga bisa terus bertahan dan ditolong-Nya untuk selalu mensyukuri berjutatriliuntakhingga berkah dan nikmat ini.

Blessed Day Blessed Life : The Rules

Mangga yang mau ikut, lumayan nambah syukur 🙂

brilliant thoughts & some okay ones

Hai! Aku Gita.

Aku hanya satu dari banyak blogger yang lagi malas nulis. Dan aku juga satu dari sekian manusia yang kurang pandai bersyukur. Yuk, latihan bareng!

Blessed Days Blessed Life ini adalah tantangan sekaligus kesempatan belajar untuk lebih banyak bersyukur. Aku sudah memulainya 17 April yang lalu, saat hari ulang tahunku.

Aku memulai dengan hal-hal kecil. What makes life great sometimes but shitty at the other time. Dan sesulit apapun, seburuk apapun hari yang kualami, aku berusaha mencari sesuatu untuk kusyukuri. Aku mengais remah-remah alasan yang menjadikan aku mengucap “Thanks God, for today” sebelum aku tidur. Karena bagaimanapun juga, hidup ini berhak untuk disyukuri.

View original post 238 more words

Terikut Terbaik

Letusan-letusan kesenangan seakan muncul meramaikan jiwa ketika kita mendapatkan kesempatan untuk menjadi seseorang yang lebih diperhatikan oleh sebuah figur publik yang tentunya terkenal dengan kebaikannya. Bisa jadi figur tadi dari seorang pemeran sinetron bertaraf internasional yang tetap sederhana, seorang pebisnis dengan omset tahunan yang setara devisa satu buah negara atau malah bisa jadi seorang guru agama di masjid kampung kita yang tak pernah lepas dari senyuman. Dengan alur cerita yang hanya Yang Mahakreatif sendiri yang bisa merancangnya, tiba-tiba kita mendapatkan kesempatan untuk terjun langsung berinteraksi dengan mereka. Kepercayaan menjadi seorang murid atau mungkin rekan kerja telah dicap kepada kita dari mereka. Bayangkan perasaan kita, seakan semakin dekat dengan apa yang umumnya tampak sebagai kesuksesankah?

Tasbih dari Kurma

Tasbih dari Kurma

Ternyata, tanpa perlu merasa bangga dan senang ketika menjadi murid seorang professor kenamaan dunia atau menjadi anak buah bos mafia kebaikan, sebenarnya kita sudah diterima menjadi pengikut orang yang bahkan musuhnya pun mengaku betapa dahsyatnya dia di segala bidang. Manusia terbaik sampai akhir jaman kelak. Bersyukurlah kita selama ini menjadi pengikut Rasulullah Muhammad SAW, dia yang sebelum melepaskan jasad dunianya ini masih mengingat kita yang merupakan umatnya.

Walaupun kita belum berjumpa dengannya dan dia pun belum berjumpa dengan kita, namun ajarannya bisa sampai kepada kita. Kembali lagi bersyukur dan mengucap banyak-banyak terima kasih kepada siapa saja yang menjadi penerus ajaran Rasulullah SAW. Melewati dimensi ruang, tentu terbilang tidak mudah melewati panasnya gurun, tingginya gunung, lebatnya hutan, dalamnya laut hingga teriknya pantai hingga sampailah ajaran itu ke tanah nusantara. Melewati dimensi waktu, lebih dari 1400 tahun yang lalu ajaran ini diturunkan-Nya, tetap terjaga tidak terkoyak tajamnya waktu. Melewati dimensi sosial, beragam benteng budaya dan bahasa bisa dilaluinya dengan halus walaupun bahasa asalnya adalah Arab.

Kita punya panutan yang ternyata sangat luar biasa, tak ada tandingannya. Hanya saja perlu belajar, mungkin hingga akhir hayat kita, untuk dapat memandang seakan tampak langsung tentang kehidupannya. Mungkinkah ini salah satu tujuan kita hidup, untuk mencari tahu bagaimana sang Nabi hidup dan sedikit demi sedikit mengikutinya seraya memohon agar tak terselip ke lain hati.

Menerpa Rintik

Titik rintik mungkin tidak sekuat deras yang turun berurutan. Dia kadang tiba secara halus, memberikan kesan sentuhan nyaman yang membekaskan sedikit basah dipermukaan. Sesaat melewatinya tentu tidak menjadi suatu hal yang memberatkan. Berbeda bila ada waktu yang cukup panjang menemani basahnya kita di rintik tadi. Niscaya kekuatan lebih kita perlukan untuk menembusnya.
Air sangatlah unik. Dia senang saling tarik-menarik sesamanya. Yang baru saja turun dari langit pun tidak lupa untuk saling berkenalan bila diperjumpakan. Wadah seperti wajah kita pun bisa saja menjadi ajang permainan mereka. Sedikit demi sedikit memberikan basah yang merata.
Dia kecil namun bisa membuat kita yang berukuran berjuta kali lipatnya terhenti melambat. Dia lemah namun bisa membuat kita yang padat kuat ini terdiam sejenak. Kembali mengingatkan kita betapa tak ada apa-apanya kita ini untuk berbangga diri. Menepuk dada sambil menunduk akan keagungan-Nya yang tiada tara.

Posted from WordPress for Android

Matangkan Kenyang

Mentah bukan berarti tak bisa dicerna. Namun matanglah yang membuat kita semakin mensyukuri apa yang bisa kita nikmati saat itu. Walaupun memang tidak harus segalanya tepat berada pada titik matang hingga kita bisa merasakan kenyang. Banyak sekali kemudahan yang diberikan-Nya. Makan dan juga minum yang dimatangkan semakin menambah nilai dan tunduk kita pada-Nya.
Memadukan berbagai jenis buah, sayur hingga lauk seringkali kita akhirkan menjadi sebuah masakan yang matang. Tuntutan untuk menghidangkan yang nikmat serta berkualitas adalah tugas mulia koki masak, terlebih lagi masakan yang nantinya ditujukan bukan untuk dirinya sendiri. Sedikit berbeda dengan yang saya rasakan sendiri saat mendapat sebuah kesempatan berharga untuk rutin memasak sendiri. Kadang pula memasak untuk teman sendiri.
Matang itu yang utama, nikmat itu bonus. Semakin sering kita melatih diri dalam melakukan suatu hal, akan semakin terbuka pula beragam ilmu darinya. Yang tadinya mementingkan kenyang dan matang saja, siapa yang sangka mungkin akan belajar banyak darinya.

Posted from WordPress for Android

Jendela Beranda

Sepetak jendela mampu memberikan segambaran pemandangan yang menyejukkan. Salah satu fungsi keberadaannya adalah sebagai pemercantik ruangan. Menjadi penyambung lukisan antara dalam ruangan dan lingkungan luar. Sebagai penyeimbang yang melegakan setiap penglihatnya.
Berjalanlah mendekati jendela yang menyambung ke beranda itu. Semakin banyak langkah kita mendekati jendela itu, semakin tampak lebih luas apa yang tergambar nyata di luar sana. Pada jarak yang sangat dekat, kita bisa mengintip dari ujung-ujung jendela. Tampak semakin besar jangkauan pandangan kita. Bahkan kita juga menjadi mampu melihat berbagai sudut yang sulit tampak sebelumnya dari kejauhan jendela. Mendekatinya akan memberikan perluasan makna.
Terdiam di satu tempat kadang membatasi pandangan kita. Bergerak mendekat ke suatu layar yang membuka pandangan. Tak hanya terbatas layar di komputer atau perangkat elektronik saja. Dengan menengok jauh dari atas atap rumah pun bisa memberikan kesan yang berbeda. Terenyuh karena kita tampak semakin kecil di hadapan bentang alam milik-Nya.

Posted from WordPress for Android

Penunjuk Ringan

Kita lihat hingga kita ingin. Membuka lembaran halaman baru dari layar monitor seukuran buku paket ini ada kalanya tidak semudah menyolek lembaran buku yang nyata. Perlu gerakan jari yang tak hanya sekali untuk memindahkan pandangan layar tadi. Tibalah sebuah kabel tersambung ke pusat pemikir lauar tadi. Dengan ujung yang menggembung bak tikus, alat bernama tetikus ini sedia meringankan pekerjaan tunjuk-menunjuk keinginan kita terhadap apa yang berlangsung di layar.
Gerakan panah petunjuk di layar komputer menjadi semakin kencang berpindah ke sana ke mari. Terlebih lagi berbagai fitur tambahan yang mempercepat gerakan keinginan kita seperti penggeser layar dengan jentikan jari. Juga klik yang begitu tampak terdengar, semakin meyakinkan afirmasi tindakan kita.
Tetikus yang penuh manfaat. Dengan perkembangannya hingga saat ini, semakin unik dan nyaman digunakan. Mungkinkah seperti penambahan amal kebaikan yang seakan makin memudahkan dan mempercepat terciptanya keberhasilan. Tetikus perlu ditancapkan dari luar. Amal baru pun perlu ditambahkan di luar yang biasa kita lakukan. Semoga kita bisa selalu menarik manfaatnya.

Posted from WordPress for Android